Kamis, 11 Oktober 2012

RASA - KU


Ku kan melepasmu,bukan berarti  ku rela.tapi ku tau ku tak sanggup bertahan.untuk cinta yang tak berujung.
Ku tak sanggup menahan lelah..ku tak sanggup menahan  resah.
Lepas dan hempaskan dengan kehampaan hati.
Sakit ,perih..kutelah terbisa.
Hanya senyum di bibir buat ku mampu melangkah dan berlari tuk meninggalkan bayanganmu.

Bukan salahmu,juga bukan salahku,kalau aku mencintaimu.
Bukan salahmu atau pun juga salahku kalau aku kini membenci  rasa cinta ini.
Cinta harusnya tidak menuntut. Cinta harusnya rela berkorban.
Tapi aku tak sanggup mengalah,tak sanggup berkorban.
Ku ingin memilikimu utuh hanya untukku. Tak  mau berbagi dengan yang lain.

Ku tak sudi menangis karena cinta.
Ku tak sudi merana karena cinta.
Melupakanmu jalan yang harus ku pilih.
Tak mudah memang…tapi ini yang  harus ku pilih.
Kau membuatku kecewa…membuatku muak,membuatku ingin mengungkapkan isi hatiku.kebencian bukan karena tak bisa memilikimu.tapi karana kelakuanmu yang membuatku sakit.kebaikanmu membuatku tambah pedih.

Rabu, 10 Oktober 2012

CINTA UNTUK SAHABAT


Sahabat, maafkan aku mencintainya,aku tidak bermaksud  merebut dia darimu. Dia yang kamu cintai,tapi apa daya aku juga sangat mencintai dan mendambanya.

Meskipun aku ingin berhenti mencintainya…
Aku sudah lelah menanti dan berharap, sudah cukup hatiku merana…
Kelak kamu akan menyadarinya,berkorban untuk orang yang di cintai sangatlah membahagiakan.

Ulfa dan Adhit adalah teman satu SMP ,tapi mereka berbeda kelas. Pertama Ulfa mengenal rasa suka kepada lawan jenis adalah ketika melihat Adhit bermain basket.Dengan wajah oriental yang khas terlihat cool dan terkesan cuek di usianya,dia terlihat berbeda dari semua teman-teman sebaya.  Dari situlah Ulfa mulai mengidolakannya,meskipun hanya dari jauh.
Menginjak tahun ajaran kedua,pesona Adhit semakin bersinar dan tidak hanya membuatnya makin terpesona,bahkan seluruh anak perempuan di SMP itu juga mengidolakannya.Menyadari hal itu,Ulfa hanya berani menyukainya di dalam hati.
Tanpa terasa waktu cepat berlalu.Hari-hari yang indah penuh perasaan terhadap Adhit harus berakhir. Tapi Ulfa tetap bersyukur di penghujung SMP nya,Ulfa bisa bertatap muka  dan bertegur sapa dengan Adhit.

***

Hari ini adalah hari pengumuman penerimaan siswa,ribuan siswa dari berbagai SMP memenuhi aula.Ulfa juga termasuk salah satu siswa yang ikut berdesak-desakan di depan papan pengumuman. Matanya berkeliaran menjelajahi kertas yang tertempel di papan tulis itu. Akhirnya ia menemukan namanya,Ulfa Eka Wulandari,  di antara ratusan nama seakan tercetak dengan hurup tebal. Ulfa berhasil masuk di SMA favorit di kotanya. Ulfa keluar dari kerumunan itu dengan senyum mengembang. Merasakan sinar matahari yang sangat terik,dan baru tersadar ternyata tenggorokannya kering. Diputuskan mencari kantin untuk membeli minuman. Sambil menikmati minuman dingin yang dipesannya,matanya mulai menjelajah melihat-lihat suasana kantin yang akan menjadi tempat makan siang atau nongkrongnya selama tiga tahun ke depan.
 Pada saat itulah ekor matanya menangkap sesosok anak laki laki memasuki kantin,dan ia sangat kaget,karena sosok itu adalah Adhitya Pratama atau Lee Hyun Jun nama Koreanya. Saat itu pikirannya langsung sibuk bertanya-tanya,benarkah itu Adhit?Kenapa dia ada di SMA ini,mungkinkah Adhit  enggak jadi sekolah ke Korea?Mungkinkah masa SMA selama tiga tahun akan dilalui bersama Adhit lagi? Banyak pertanyaan yang muncul memenuhi isi kepalanya,tapi Ulfa cuma diam dan hanya melihat kearahnya tanpa berani menegur.

*

Terlihat Adhit memesan minuman dan mulai mencari tempat duduk,pada saat itulah Adhit melihat Ulfa dan tersenyum. Ulfa tetap diam,terlalu shock untuk mencerna apa yang harus dilakukan,hingga ia mendengar suara kursi ditarik dan Adhit duduk di hadapannya. Akirnya Ulfa bisa menggerakkan bibirnya untuk tersenyum.
“Hai..”suara Adhit terdengar jelas di depannya.
“Hai…”dengan susah payah Ulfa menjawab .
“Wah, kita satu sekolah lagi dong!Tadi kulihat namamu juga ada di papan pengumuman.”
Ulfa hanya menjawab pertanyaan Adhit dengan anggukan.
“Fa, kamu ke sini sama siapa? Sendiri?”
Kembali Ulfa menjawab pertanyaan Adhit dengan anggukan.Mungkin Adhit heran dengan sikapnya yang hanya bisa mengangguk setiap dia bertanya.
Adhit tetap melanjutkan ocehannya,tapi Ulfa setengah tak sadar,angannya melayang entah kemana.. hingga didengar Adhit memanggil namanya.
“Fa …!Kamu melamun?”Ulfa sungguh malu,bisa-bisanya ia melamun di saat Adhit dihadapannya dan berbicara.
“Enggak kok,cuma lagi berpikir saja,”jawabnya tergagap,Ulfa heran kenapa ia selalu merasa grogi.
“Berpikir apa?”cecar Adhit.
“Kok bisa ya kita satu SMA tapi enggak saling tau?Padahal kemarin kita sering bersama.”Jawabnya dengan lancar.Ulfa melihat Adhit tersenyum dan hatinya langsung berbunga bunga tak menentu.
“Sengaja lagi…buat kejutan,” jawab Adhit dengan tersenyum misterius.
“Hah ?!Apanya yang sengaja?”Tanyanya penasaran.
“Sengaja enggak ngasih tau Ulfa kalau aku daftar di sini.”
“Oh…”jawabnya singkat dan merasa  istimewa.
Tiba tiba Adhit menerima panggilan telepon,dia asyik mengobrol dan Ulfa memperhatikan dengan seksama. Lama-lama ia merasa jenuh kerena Adhit masih asyik ngobrol meskipun kadang-kadang melemparkan senyum maut kepadanya. Ulfa mengedarkan pandangan kesegala penjuru,dilihatnya seorang gadis manis yang ceria sedang tertawa sambil memeluk mamanya. Mungkin dia seperti kami,bedanya dia bisa memeluk mamanya .Dia tertawa sambil menangis, Ulfa jadi ikut terharu teringat sama bundanya sendiri.
“Maaf Fa, tadi dari teman , lagi bahas dia yang mau pindah ke Korea.. Ulfanenggak marah kan dicueikin?”
Kenapa ia harus marah. Ia tidak mungkin bisa marah,dan untuk kesekian ratus kalinya Ulfa mengangguk mengiyakan ucapan Adhit.
“Sudah mau pulang?Kebetulan aku bawa motor, aku antarkan ya?” Tawar Adhit . Tanpa menunggu dua kali Ulfa langsung mengangguk.
“Kamu tuh pendiam sekali ya?Kita sudah kenal tiga tahun tapi kamu selalu hanya mengangguk ataupun menggeleng.Benar-benar pendiam.”Tiba tiba  Adhit bertanya dan menjawab pertanyaannya sendiri.
“Jangan mengangguk lagi!” Goda Adhit,dan Ulfa hanya bisa tersenyum malu karena memang akan mengangguk lagi.
Berboncengan dengan Adhit,mimpipun ia enggak berani apalagi berharap. Tapi hari ini dia menawarkan diri mengantarnya. Ah senang sekali hatinya,belum pernah sekalipun Ulfa berboncengan dengan cowok,ayahnya tidak termasuk dalam hitungan meskipun ayah seorang cowok juga.
Adhit membawa motornya dengan kecepatan tinggi,mungkin sudah terbiasa . Padahal dia belum punya SIM,atau kalaupun punya pasti hasil tembakan yang memalsukan umur. Ulfa takut sekali,ia mengetatkan pelukannya,entah apa yang Adhit pikirkan tapi yang jelas ia merasa nyaman.

Berboncengan dengan Adhit selalu jadi rutinitas hari-harinya kini,hubungan mereka  pun sudah mengalami  kemajuan yang sangat pesat. Hati Ulfa semakin berbunga bunga, ia merasa menjadi kekasihnya Adhit.Ayah pun tidak keberatan Ulfa diantar jemput Adhit,tapi sepertinya ayah curiga Ulfa mencintai Adhit, tapi ayah menyimpan saja kecurigaannya.Hanya  ayah berpesan,Ulfa belum boleh pacaran,karena masih terlalu kecil untuk menjalani hubungan cinta. Ayah hanya mengijinkan Adhit menjadi sahabatnya,dan Ulfa hanya mengiyakan. Baginya,sebagai sahabat ataupun kekasih sama saja, Adhit tetap penuh perhatian dan selalu menjadikan ia istimewa. Tapi takdir tidak ada yang bisa meramal, kan?

Sudah tiga  bulan mereka satu sekolah, dan Ulfa mempunyai sahabat baru,persahabatan yang terjalin karena sama sama mengalami ketidak adilan. Kenapa ia katakan begitu,karena mereka sama sama kena hukuman waktu masa orentasi,bertiga mereka membersihkan halaman sekolah yang luasnya minta ampun. Dan sahabatnya itu bernama Revia Puspita damayanti. Dia adalah gadis yang pernah  dilihatnya dulu. Dia gadis yang ceria,yang penuh semangat dan  penuh ide untuk membuat kegaduhan. Dia berbeda seratus delapan puluh derajat dibandingkan dengan Ulfa.Mereka bertiga selalu bersama.Kadang-kadang Rere menginap di rumah Ulfa dan sebaliknya,tidak jarang Ulfa yang menginap di rumah Rere,dan menganggap mama Rere sebagai pengganti bunda.

Tak terasa waktu cepat berlalu, satu tahun,dua tahun telah terlewati,dan sekarang liburan kenaikan kelas tiga. Mereka  semakin sibuk dengan kegiatan masing masing, Adhit pun semakin jarang main kerumah. TapiUlfa tidak pernah sedih,karena Adhit memang sibuk latihan basket dan belajar. Rere tak kalah sibuk,dia sibuk kursus ini dan itu. Hanya Ulfa yang tidak banyak kegiatan,ia hanya membantu ayah di rumah. Oh iya,Ulfa dan ayah hanya tinggal berdua,dan hari ini ia sangat kesepian,teringat bunda. Sedih yang tak bisa dilukiskan,airmatanya menetes membasahi pipi,tapi Ulfa ingat bunda tak ingin ia bersedih. Ulfa kuat,batinnya.

“Dhit ,kamu bisa kerumah enggak? Aku bosen dirumah sendiri,nih.Main kerumah Rere, yuk?”ajaknya sewaktu menelepon Adhit.
“Maaf Fa ,aku mau pergi sama Papa,ada acara. Kamu nonton tivi saja ya.Lagian Rere juga sibuk kok.”
“Ya sudah deh,bye bye Dhit.” Ulfa mengakhiri obrolannya dengan Adhit.
Karena bosen  di rumah sendirian,Ulfa memutuskan untuk jalan-jalan ke toko buku,mungkin ada teenlit baru yang bisa dibeli,kebetulan uang sakunya masih banyak. Tanpa banyak pertimbangan ia langsung pergi.
Wah bener… Nggak salah nih ke sini, banyak novel baru dan bagus-bagus. Ulfa berkeliling untuk memanjakan matanya. Sayang ia tidak bisa membeli semua buku baru,jadi diputuskan membeli yang benar benar ia suka .Pengarangnya benar-benar produktif,ini novel yang ke-tiga puluh tiga.
Matanya berkeliling mencari lagi,siapa tau ia menemukan novel yang lain.Tapi Ulfa langsung menajamkan mata, saat dilihatnya dua orang sedang bergandengan mesra.Ulfa sadar,ia enggak salah lihat,itu Adhit dan Rere. Hatinya sakit,kenapa rasa sesak di dada membuatnya membisu. Jadi selama ini…
Adhit dan Rere,kenapa mereka harus berbohong? Ulfa tak akan mengganggu mereka, ia akan pura-pura saja,tapi hatinya tidak bisa berpura pura,sakit sekali. Ulfa pulang dengan perasaan yang hancur.
Sesampainya di rumah Ulfa baru sadar,ia belum makan. Dibukanya lemari es dan sialnya di situ hanya ditemukan mi kemasan dan sebutir telur serta cabai satu bungkus. Ia bergerak tanpa sadar, dipotong-potong cabai itu hingga setengah mangkok,direbus mi yang sudah terlebih dulu diremas-remas sambil menangis dan ia masak menjadi mi goreng.
Ulfa makan sambil menatap layar tivi,entah acaranya apa ia enggak peduli. Tiba tiba hapenya bergetar,terlihat namaAdhit tertera di layar hape. Ia ingin membiarkan,tapi tak tega,diputuskan untuk mengangkatnya.
“Halo…ya Dhit,ada apa malam malam nelpon?”
“Cuma mau tanya,Ulfa masih bête di rumah? Sudah makan belum?”
“Sudah…”jawabnya pendek.
“Makan sama  apa tadi?”
“Makan mi patah hati!” Jawabnya cuek.
“Hahaha…kamu ini ada ada saja sih?”Adhit menertawakannya,mungkin dia tak percaya.
“Adhit enggak percaya ya?”
“Fa kenapa kamu?Kamu lagi nangis ya? Kenapa Fa ? Ada yang mengganggu?” Adhit bertanya ,andai ia tak melihat adegan tadi sore pasti hatinya akan kegirangan. Tapi sekarang mendengar  pertanyaan seperti itu,dalam hati kecilnya merasa muak.
 “Aku masak pake cabe  satu bungkus,dan sekarang pedas sekali,makanya aku bilang ini mi patah hati spesial,soalnya aku makannya sambil nangis,” dustanya, tidak ingin Adhit tau ia sedang patah hati melihat dia bersama Rere.
“Kamu ini kenapa?Sudah tau sakit maag tapi nekat menyiksa diri.Kalau kambuh lagi bagaimana?!”  Omel Adhit ,lagi lagi Ulfa hanya bisa menarik napas sedih.
“Enggakapa apa kok, aku kan enggak makan cabenya. Namanya juga kepingin,apalagi di rumah sendirian.Jadi ya iseng saja.Engga bakalan sakit deh,tenang saja enggak usah khawatir.”Bantahnya dengan emosi.
“Kenapa sih kamu ini bandel banget di bilangin. Kalau di kasih tau membantah  terus kerjaannya. Kalau ada yang jual obat penyembuh ‘bantahan’  kamu sudah aku belikan.” Adhit tambah sewot mendengar bantahan Ulfa.
“Ya sudah kamu makan sana,aku mau tidur capek banget.”
“Ya iya lah cepek,habis jalan jalan sama Rere .”Jawab Ulfa dalam hati.
“Faaa… kamu kenapa diam saja?”
“Eh kan kamu sudah bilang mau tutup ya sudah,tutup saja!”
“Kamu ini kesambet apa salah makan cabe? Kenapa judes banget,engga ada manis manisnya. Enggak seperti biasanya.”
“Bukankah memang aku enggak pernah manis? Dari dulu ya beginilah Ulfa.”
“Stop!!!. Aku enggak tau ada apa denganmu?!!Tapi besok aku akan ke rumah.”
“Enggak perlu,besok kan minggu,kamu pasti ada acara sama pacarmu,” jawabnya tanpa pikir panjang.“Enggak usah peduli sama aku lagi,aku enggak suka sama orang yang munafik,pura pura baik tapi hatinya busuk.”Ulfa semakin tak terkontrol.
Entah apa yang di pikirkan Adhit.Dia terdiam dan dengan marah menutup teleponnya.Hatinya sakit.Berakhir,sudah berakhir. Ia akan kehilangan sahabat untuk selamanya. Bukan hanya satu tapi dua sekaligus.
Ulfa menangis lagi,kali ini bukan karena pedasnya cabe,tapi hatinya benar benar sakit.
Persahabatannya benar benar hancur.Kenapa harus Rere??Kenapa dunia enggak adil??Rere sudah memiliki segalanya. “Aku benci Rere..!!!” teriaknya  dengan penuh emosi. “Aku benar benar benci sama dia!Aku sudah mencintai Adhit sejak lama, mencintai secara sembunyi-sembunyi bukanlah hal yang mudah kulakukan Tuhan,kenapa aku harus kehilangan Adhit?Apa salahku??"

***
Jam sembilan pagi motor Adhit memasuki halaman,Ulfa masih cuek tidak beranjak dari depan tivi. Ini tidak seperti biasanya,ia selalu menjemput Adhit di teras,dibiarkan  Adhit masuk dan memanggil namanya. Ulfa masih cuek,tapi ia kaget ,ternyata Adhit tidak sendiri, ada Rere bersamanya.Hatinya seperti diiris sembilu.
Tapi hanya Rere yang menghampirinya. Adhit langsung keluar lagi,terdengar suara motornya pergi.
“Fa .." Rere  memanggilnya lembut.
“Kata Adhit kamu sakit? Oh ya dia balik mau ambil molen titipan mamanya yang ketinggalan.” Rere menjelaskan pertanyaan Ulfa yang tak terucap.
Gila Adhit,masa di bilang Ulfa sakit sih,eh … sakit hati saja. "Fa, kenapa diam saja?”
“Oh aku enggak sakit kok Re, Adhit saja yang salah dengar.”
“Jangan sakit dong,kita sedih kalau kamu sakit. Oh ya tadi malam aku sama Adhit ke Gramedia lho,beli buku nih,aku juga bawain satu buat kamu.”
Ya Tuhan,Rere menyampaikan  berita itu dengan santai, seolah-olah sudah seharusnya. Padahal baginya itu badai dahsyat yang memporak-porandakan pertahanan jiwa dan hatinya.
“Fa, kenapa sih kamu dari tadi diam? Bener sakit deh kamu.“
“Sudah berapa bulan?"Tanya Ulfa tiba tiba.
Rere langsung terdiam,sepertinya dia tau arah pembicaraan ini.
“Maaf…”
“Aku cuma tanya sudah berapa bulan? Aku enggak butuh maaf kok.”
“Sudah enam bulan. Maaf Fa,aku bener-bener enggak bermaksud merebut Adhit dari kamu. Dari pertama ketemu aku sudah jatuh cinta sama dia,aku tidak berani menyatakan karena aku pikir dia cowok kamu. Tapi  aku enggak tahan menyimpan perasaan,aku ungkapkan semua nya,ternyata Adhit juga ada rasa sama aku.Aku minta maaf,aku tau kamu dan Adhit dekat…tapi ijinkan aku memiliki Adhit. Aku mohon, Fa.”
“Kamu sahabatku, tapi cinta tidak bisa dibagi,”lanjut Rere. “Dari pertama kita jadian aku sudah berniat memberitahumu,tapi Adhit melarang..dia tidak ingin persahabatan kita hancur,karena kamu merasa terabaikan.”
“Kamu masih seperti yang dulu kan Fa, sahabat kita?Aku tau,tidak seharusnya aku berbuat ini ke kamu,tapi percayalah, kalau kamu mencintai seseorang,pasti kamu akan melakukan hal yang sama seperti aku.”
Melihat kejujuran Rere,air mata Ulfa mengalir deras dan hatinya seperti mau meledak.Tapi ia hanya bisa mengangguk setuju. “Selamat ya…”hanya itu yang  sanggup ia ucapkan,kalau tidak mau suaranya pecah dalam tangis.
Setelah mendapat persetujuan Ulfa,Rere merasa lega dan anehnya langsung pamit pulang.Lebih aneh lagi Adhit enggak kembali ke rumahnya. Mungkin mereka langsung melanjutkan acaranya.
Ulfa merenung,kenapa ia harus berubah menjadi egois hanya karena cinta? Kenapa ia harus sedih,mereka bukannya sengaja berbohong,tapi mereka takut ia akan sedih. Ulfa memang sedih,tapi ia harus memilih,cinta atau persahabatan. Benar kata Rere,cinta tidak bisa dibagi,cinta mudah dicari,meskipun ia sendiri tidak yakin. Tapi sahabat yang saling peduli hanya mereka.Ulfa harus merelakan dan melupakan cintanya. Persabatan mengalahkan segalanya. Dengan keputusan yang diambil ia akan menyimpan cinta Adhit dilubuk hatinya yang paling dalam.

"Selamat tinggal cinta pertamaku, cinta yang belum mekar tapi tetap tumbuh indah untuk di kenang kelak."

***


Selasa, 09 Oktober 2012

belum ada judul 2


Mama Rere adalah ibu Elly dan suaminya adalah bapak Dimas Yodoyono
yang sudah  bersahabat lama dengan ayah Emmil. Tak heran Emmil dan
Rere berteman sangat dekat semenjak mereka masih kecil.

Satu bulan kemudian…

Harry dengan napas terengah-engah mengetuk pintu rumah yang sudah dua
belas tahun ditinggalkannya. Sambil menunggu pintu rumahnya terbuka,
Harry membatin “Apakabar ya istriku Dini dan anakku Emmilia?”

Hari ini ayah Harry terbebas dari penjara. Emmil memang tidak pernah
tahu kalau ayahnya dipenjara, sepengetahuannya ayahnya pergi
meninggalkan Bunda semenjak dia masih kanak-kanak.

Bunda membuka pintu rumahnya dan tertegun melihat suaminya berdiri
disana. Tanpa sadar, air matanya langsung meleleh, memandang wajah
Harry yang semakin menunjukkan ketampanannya. Benar kata pepatah,
kelapa semakin tua semakin banyak santannya. “Mas Harry ,ah mas..”
Bunda Dini langsung memeluk suami tercinta...

"Seeetttttooooop!"  Teriak Emmil dengan kurang ajar. "Apa apaan ini?
Siapa dia Bun? Kenapa main peluk peluk Bunda? Cakep sih, tapi ...tapi
Bunda jangan mau kalau di peluk sama om om ga jelas gitu dong!" Emmil
tetap mengoceh tidak jelas.
Tak rela Emmil melihat Bundanya di peluk om-om cakep, sedangkan dia
saja hampir tidak pernah di lirik cowok.

“Ah anak ayah sudah besar rupanya,” ucap ayah Harry dengan wajah yang
penuh kekaguman dan mendekat memeluknya.
Emmil yang bingung hanya diam membisu, dalam hati berkata “Tak apalah
di peluk om-om yang penting ganteng, andai saja…..”
“Eh tungguuu.. anak?? Ayah?! Lah kapan Emmil punya Ayah, Bun??” Emmil
semakin bingung dengan situasi ini.

Akhirnya Bunda menceritakan semuanya ke Emmil, kalau ayahnya di jebak
oleh temannya Culnary di kantor. Dan sekarang Culnary melarikan diri
ke Hong Kong, menikmati hasilnya bersama istri yang setiap tahun
operasi plastic bernama Uliel. Ayah Emmil harus menanggung kesalahan
Culnary, maka dia dijebloskan ke penjara selama dua belas tahun.
Kasihan ayah Harry…

“Tapi kenapa selama ini Emmil ga tau Bun kalau punya Ayah? Mana
Ayahnya cakep gini, kan sayang ga bisa dipamerin..” ucap Emmil.
“Yah itu sih maunya Ayahmu aja biar kamu tidak malu karena Ayah
dipenjara,” jawab Bunda cuek.

Seperti biasa Rere selalu ada dirumah Emmil untuk baca komik atau
mencomot masakan Bunda. Seharian dia bengong heran melihat Emmil
menari nari riang sambil berujar “Rere.. Aku punyaaa Ayah! Ayahku
cakkeeeep! Ree aku punya ayah, ayahku ganteng...” terus menerus.
“Iya Emmilll..Rere sudah mendengar yang keseribu kali dalam satu  jam
ini..” balas Rere untuk kesekian kali hari ini.
“Rere tau ga?” Tanya Emmil tiba tiba dengan wajah serius. “Apa?” Tanya
Rere penasaran
“Sini aku bisikin..”
Rere pun mendekat ...
"Aku punya ayah." Cengiran Emmil terlihat lebar sekali.
“Ya Tuhan Emmmmmmiiiiil…cukuupppp…” Rere langsung lari ke dalam rumah
meninggalkan Emmil yang tertawa.

“Bundaaaa, Ommmm.. “ Rere berniat mengadukan tingkah Emmil yang sudah
meninggalkan ambang waras.
Tapi niatnya langsung hilang, Rere langsung ngibrit keluar lagi karena
dilihatnya om Harry dan Bunda Dini sedang memadu kasih (cuma senyum
senyum sambil pandang pandangan)
“Pantes anaknya sarap, lah Ayah sama Bundanya juga ga kalah sarap.”
Rere geleng-geleng kepala.

" Ah mending ke rumah Ulfa saja, siapa tau dokter Husni ada. Ah cakep
banget sih dokter itu.. “ Rere sebenarnya ingin naksir, sayang Emmil
melarang keras Rere dekat dengan musuh bebuyutannya.

“Sore Tante Achid, Ulfa ada?” Tanya Rere sopan saat Achid membuka
pagar rumahnya.
”Sore.. Oh temennya Ulfa ya. Wah Ulfa-nya pergi sama kakaknya dari
siang. Mungkin pulangnya rada malam.”
“Ya sudah deh tante, Rere pamit. Salam buat kak Husni ya tante..” ucap
Rere malu malu.
Achid hanya tersenyum maklum. Anak lelakinya memang tampan, persis
kaya papanya. Achid tidak habis pikir ada apa dengan anak sulungnya
ini, kenapa susah sekali kalau diajak membahas masalah hati. Anaknya
memang baik hati dan berjiwa mulia, persis seperti dirinya.

***

“Ah Emmil lagi gila. Bunda juga gila. Ih Bunda ga tau malu banget sih,
masa langsung luluh gitu sama om Harry, padahal kan sudah bertahun
tahun ditelantarkan.” sepanjang jalan Rere mengerutu terus sampai
dilihatin abang angkot dan beberapa penumpang. Mungkin dipikir ini
pasien rumah sakit jiwa yang sedang jalan jalan.

Sampai dirumah Rere, “Mama.. Rere pulang..”
“Weh tumben kamu sudah pulang?” Elly kaget melihat anaknya sudah ada
dirumah jam segini.
“Ah Rere lagi bete sama Emmil dan Bunda Ma. Mentang mentang om Harry
pulang, Bunda berubah jadi anggun dan Emmil jadi stres.” Jawab Rere
merajuk.
Elly adalah wanita  tenang yang sering mengelus dada melihat Rere
tumbuh menjadi gadis yang agak susah di atur, dia sadar anaknya sudah
semua terkontraminasi sama sahabatnya Dini dan anaknya Emmil.
“Papa kemana Ma?”
“Lagi nyari belut disawah sama om Ariev. Istrinya ngidam belut  tuh,
aya aya wae...”
“Eh Ma,emang om Ariev istrinya siapa sih Ma? Kok Rere lupa?”
Elly mendelik kearah anaknya, “Rere, bercandanya enggak lucu!”
“ Tapi memang Rere lupa siapa nama istri om Ariev.”

Rere semakin bête.

***

“Kak Husni…” panggil Ulfa manja. “Temen kakak yang dulu datang waktu
acara diumah siapa sih kak?”
“Oh itu Heri sama Daniel, kalau yang agak engga jelas yang suka ketawa
ketawa itu Adhit. Eh, jangan dekat dekat mereka ya”
“ Ih kakak, kan Ulfa cuma tanyaaa...” pipi Ulfa bersemu merah

“Kak...Hmm, yang namanya Daniel cakep ya kak...”
“Ulfa! Ga usah macam macam deh. Daniel sudah punya tunangan, kalau ga
salah namanya Amoy.”
“Hihihi.. Terus kakak kapan tunangan juga?” Tanya Ulfa usil, yang
langsung mendapat pelototan bengis. “Ih kak Husni jelek melotot
gituu..” rengek Ulfa manja. "Ya sudah ceritain tentang mereka, baru
Ulfa ga deket deket..”
“Etapi ga janji deh." tambahnya dalam hati.

"Daniel sudah tunangan, Heri baru putus dari ceweknya. Eits,tapi kamu
juga ga boleh dekat dekat. Dan Sony teman kakak di Rumah sakit. Sayang
kakak tidak suka sifat dia yang suka mempermainkan perasaan cewek,
bahkan pernah pasiennya sendiri dikencanin trus ditinggal gitu aja.
Gila ga tuh...” Husni tersenyum mengingat teman=temannya.
“Oh dan Adhit, dia yang paling parah. Kalau kita berlima ngumpul, dia
yang norak merasa boyband."

Ulfa senyum sendiri membayangkan salah satu dari sahabat kakaknya itu…

***


Emmil sedang naik pohon mangga didepan rumahnya lagi. Kali ini dia
hanya mencari cara untuk membalas dendam karena Husni sudah
menghinanya!
Cakep sih cakep. Dokter sih dokter. Tapi bagi Emmil, Husni adalah
seorang banci yang mainannya kucing hitam. Tapi bagaimana cara
membalas dendam. Menghadapi Husni secara langsung membuat Emmil
bergidik ngeri. Tatapan matanya...brrrrr, bukan terpesona tapi membuat
bulu kuduk Emmil berdiri
.
"Heh cewek galak! Ngapain ngintip aku?" Teriak Husni dari teras.
Emmil kaget dan untunglah dia tidak jatuh, tapi kemarahannya tersulut.

"Heh cowok sarap, napa panggil panggil? Kamu ini dokter beneran apa
gadugan sih?" Tanya Emmil tetap di atas pohon.
 "Ya beneran lah! Kamu kata aku yang di bigbrother, dokter gadungan?"
" Ha ha ha ha" Emmil ketawa ngakak, "Ah ga nyangka, cowok ganteng suka
nonton gituan. Ga cuma suka kucing hitam tapi nonton acara yang kaya
gitu... Ha ha ha."

Siyal,batin Husni murka, “Awas saja dasar cewek sedeng.”

***

“Wah Harry! Apa kabar cuk?” Sapa papa Dimas dengan slenge’an.
Dan ternyata, sifat Rere didapat bukan terkontaminasi Bunda dan Emmil
tapi dari papanya .

“Hoi cuk! Apa apaan ini, bukannya dapat pelukan hangat malah dapat
nyolot.” jawab ayah Harry tanpa sungkan.

Billy hanya tersenyum, ah dia merindukan kebersamaan bersama kedua
sahabat gilanya ini.

***

“Rereeee...” Teriak Emmil dikelas. “Kenapa sekarang jarang ke rumah?
Ah aku kangen kamu tauuuu!” Sembur Emmil tanpa rasa malu ,yang dapat
senyuman sinis dari Ulfa.
“Hei Ulfa..” sapa Emmil tanpa rasa sungkan. “Kenapa kamu ga bareng aku saja”
 "Ah aku diantar sama kakakku, kak Husni.” jawab Ulfa pamer.
Dan seketika membungkam mulut Emmil, yang membuat Antho heran. “Kenapa
Emmil kalahnya cuma sama Ulfa saja ya bang?” Tanya Antho ke si abang
galau.
 Si cowok cungkring yang dipanggil abang galau hanya mengangkat bahu
tanda cuek, mana dia mau peduli dengan sekitarnya.
“Eh Ulfa salam buat kakakmu ya,” kedip Rere dan disambut senyum manis Ulfa.

“ Eh Mil, tau ga istrinya om Ariev siapa sih? Masa Mama bilang kalau
istrinya om Ariev hamil? Mil kamu tau ga sih istrinya om Ariev siapa?”
bertubi-tubi pertanyaan Rere ke Emmil, dia tak mau berhenti mengobrol
meskipun bu Fetty sudah duduk manis di muka kelas.
“Ih Rere parah deh, keterlaluan! Masa kamu ga tau istri Om kamu
sendiri? Ga tau?!" Tanya Emmil dengan muka menyalahkan.
"Err.. Engga tahu. Emang siapa?" Rere mulai terlihat bersalah.
"Aku juga engga tau sih" jawab Emmil datar. "Ha ha ha..,” tawa Emmil pecah.

Rere melempar bolpoin ditangannya, yang sekarang bersarang di rambut Emmil.

***

“Bundaaaaa..” teriak Emmil dan Rere bareng saat mereka sampai dirumah Emmil.
“ Bunda di kamar sayang..,” jawab Bunda yang lumayan anggun, pecahlah
tawa mereka berdua.

“Hmm semenjak ada Ayah, Bunda agak aneh deh Re. Jadi kayak cewek, eh
maksudku kaya Mama orang lain. Sedikit masih kaya Bunda dulu, tapi ga
asik kalau di ajak bahas cowok. Apa takut sama ayah ya?” Tanya Emmil
tanpa minta jawaban. Rere hanya mengangkat bahunya tanda tak mengerti
juga.

“Eh Mil, mas Husni ganteng ya?"
“Eh Re... Dia musuhku! Awas kalau berani deket deket sama dia, kamu
kehilangan aku sebagai teman masa kecilmu dan selama lamanya!” Ancam
Emmil dengan egois.

***

“Ulfa, papa lihat kamu masih tidak akrab dengan Emmil?” Tanya Papa
Ojie dengan kalem.
 Dia mendapatkan laporan dari istrinya kalau Ulfa dan Emmil tidak akur
karena Emmil tidak sengaja melempar sandal ke Husty. “Kenapa kamu
tidak berlapang dada? Papa tau kamu sangat sayang sama Husty, tapi
sifatmu mengalahkan orang dengki kalau mendendam. Ndak baik nduk…"
"Ah Papa. Ulfa biasa biasa aja sih. Tanya saja kak Husni."  Ulfa
menatap kakaknya, mengharapkan dukungan.
 "Heem iya Pap, tapi Emmil emang kurang waras tuh. Masa nuduh Husni
dokter gadungan..." Husni menghampiri papanya.
"Husni, kamu ini umur berapa? Koq jawabanmu kaya adikmu saja."  Tegur
papanya tanpa memandang wajah Husni.

Senin, 08 Oktober 2012

belum ada judul


“Mil …ngapain kamu nangkring di situ???”teriak Rere yang geli melihat Emmil memeluk pohon mangga.
“Akirnya ada yang menyelamatkan ku… bantuin  usir tuh makluk menjijikkan dari hadapanku .”  Rengek Emmil.
Rere celingak celinguk mencari makluk yang di maksud Emmil,tapi dia tidak menemukan makluk  yang menjijikkan,dia hanya melihat seokor kucing hitam yang lucu dan gemuk sedang memandang Emmil.
“Ha ha ha…”  Rere ingat Emmil  memang fobia sama kucing. Padahal kucing itu lucu banget .
“Rere kok malah ketawa sih,bantuin aku.” Teriak Emmil   histeris.
Rere merasa kasihan juga,akhirnya diusirnya kucing itu,dan Emmil turun dengan selamat. Tapi sebelum Emmil bernapas dengan lega,ternyata  kucing itu di belakangnya dan mengagetkan dengan suara merdunya.
Emmil  reflek melampar sandal jepitnya dan tepat mengenai kucing itu,kucing itu sangat kaget dan berteriak lari terbirit birit.
“Ha ha ah, syukurin emang enak di lempar sandal.”
“Eh kamu tega ya Mil,dia kan ga salah. Lagi pula apa sih yang membuat kamu fobia sama kucing?”
“Aku engga fobia kok,Cuma benci aja,”
“Sama aja! dodol.”
“Bedalah ,fobia berarti kan takut,engga berani lihat,kalo aku ga takut kok,buktinya berani lempar sandal ke dia.” Bantah Emmil mempartahankan egonya.
“Lah kalo kamu engga takut ngapain coba kamu nangkring di situ?”
“H e ,itu engga ada hubungannya sama kucing, kata bunda ada tetangga baru pindahan,mau ngintip aja,kali kali ada cowok kerennya.”
“Dasar mata keranjang.” “ Re mana ada mata keranjang,yang ada juga mata hati lagi.”
“bodo ah,ngomong sama kamu capek hati ah”.
,“Hah emang  bisa ya hati capek,setauku yang bisa  capek  itu kaki.”
“Ngomong ngomong bunda ke mana?” Rere mengalihkan pembicaraan yang membuat dia mati kutu,debat lawan Emmil harus punya energy extra,karena Emmil akan mempunyai bantahan segudang untuk membenarkan pendapatnya.
“Eh kamu kesini nyari bunda ya?”
“Iya mama mau pesan kue, mau ada acara arisan keluarga . Bunda kemana?”
“ Engga tau,soalnya tadi bunda Cuma bilang keluar bentar kok, Tunggu saja.”                                                                                                           
        ***
“Mama .. mama..kenapa husty pulang pulang  kakinya pincang?”
Ulfa berteriak memanggil mamanya sambil menggendong kucingnya,lebih tepatnya kucing kesayangan kakak lelakinyanya. Kakaknya bisa marah dan mengomelin habis habisan,secara dia yang mendapat tugas menjaga dan mengawasi ,sebelum kakaknya pulang ke Indonesia. Disesalinya kenapa lupa menutup pintu,dan husty keluar tanpa sepengetahuannya.
“Mama!!”
“Iya ,ada apa kamu ini teriak teriak,malu sama tetangga,kita kan baru pindahan,masa sudah bikin kegaduhan.”tegur  Achid sang mama  yang tak di dengar sama sekali.
“Tapi ma,kaki husty pincang, kak Husni bisa ngamuk nih ma.” Lapor Ulfa dengan mata berkaca kaca,dia mengutuk  orang yang tega menjahati husty,bagaimana orang begitu tega sama binatang selucu dan seimut ini.
“ Kamu juga,kenapa engga di jaga? di sini kan engga semua orang suka kucing.” Achid ingat pembicaraan dengan jeng Dini tetangga kemarin tentang anaknya yang takut kucing.
“Ih mama gimana dong,mana besok sore kakak datang.”
“Ya sudah kamu bilang aja engga tau.” Jawab Achid ,kasihan juga melihat putrinya sedih begitu.
Kring …
Ulfa langsung menyambar telponnya,dia lupa kalo di sini yang tau nomernya hanya papa dan kakaknya,
“Iya halo dengan Ulfa di sini ,cari siapa ya?”
“Cari husty nya ada?” Suara seorang cowok yang sangat maskulin.
“Hah kak Husni,kok nelpon nelpon ngapain?” Tanpa Ulfa sadar hatinya deg degan,serasa kakaknya ada di hadapannya.
“Kakak sudah di depan nih,bukain pintu dong!”
“Ih ngapain sih pake telpon segala,kak Husni aneh.”
“Sudah cepet bukain pintunya,jangan bilang mama,mu bikin surprise nih.”
Setelah menutup telpon Ulfa semakin panik,kakaknya sudah sampai,bagaimana ini,apa yang harus di katakanya.
Dengan lunglai di bukakan pintu untuk kakaknya. Kakaknya seorang dokter muda  yang tampan, banyak temennya yang naksir,tapi kak Husni  tidak pernah mau meladeni,selain malas berhubungan dengan abg,kak Husni juga sudah…
“Ulfa kok kamu malah bengong,cepetan!”
“Eh iya,maaf kak.” Ulfatak melanjutkan  pikirannya mengembara lagi.
“Aduh adikku cantik banget,eh hust ke mana?”
“Ada di kamar.”jawab Ulfa takut takut.
Kenapa harus secepat ini. “ kak…  hust kakinya pincang.” Ulfa memutuskan bicara dulu sebelum kakaknya melihat binatang kesayangannya itu.
Husni langsung memutar badan dan menatap adiknya. “ maksudnya apa?”
“ ada yang mencelakakan hust,mungkin di lempar trus kena kakinya .”
“Ya sudah,aku mau lihat.”
Hah … kak husninya  engga marah.
Kak, kakak marah sama Ulfa ya?
“Kenapa kakak harus marah?ini kan juga bukan salahmu? Oh kamu dari tadi aneh karena takut di marahin kakak ya?”
“Iya,jadi kakak beneran ga marah?”
“Engga adikku yang manja.”
“Ah  kakak…  Ulfa  sayang sama kakak.” Ulfa langsung memeluk kakaknya tanda lega hatinya.
Kakaknya hanya bisa tertawa bingung,mereka memang dekat,tapi sudah lama sekali Ulfa tak memeluknya. Katanya dia malas di bilang adik bayinya, memang selisih umur mereka lumayan jauh,Ulfa baru tujuh belas dan Husni sudah dua puluh tujuh.
                                                                          ***
“Eh Rere datang ,gimana kabar mama?”
Bunda datang dan melihat Rere dan Emmil sedang asik baca buku.
“Akirnya bunda datang juga,Kabar mama baik,trus Rere kesini di suruh mama untuk pesenin kue sus ,buat minggu depan. Bisa engga bun?”
“Bisa sih,emang mau di bikinin berapa banyak.”
“Seratus bun,soalnya banyak  saudara yang suka sih.”
“ Eh Kalian ini ya hari libur kok pada di rumah,main ke sebelah sana ,kenalan,ada temen yang sebaya lo.”
“Cewek apa cowok bun? “ Tanya Rere norak.
“Cewek ,kenapa kalo cowok?” Jawab Bunda sambil meninggalkan kedua gadis itu dan menuju keluar lagi. Entah mau kemana.
“Kalo cewek ogah ah,kenal Emmil saja sudah ribet apalagi kalo ketambahan satu cewek lagi,repot aku.” Teriak Rerel yang merasa harus tetap memberikan jawaban kepada bunda meskipun bunda sendiri sudah menghilang entah ke mana .
“Buk … Aduh!!!” komik melayang dan tepat mengenai punggung Rere.
“Sakit tau,kamu nih demen banget nglempar ya? Tadi kucing yang jadi korban,sekarang aku. Mending Jadi atlit lempar lembing saja sana .”gerutu Rerel sambil tak melepaskan matanya dari komik.
“Ogah ah! Balikin komikku dong ?”
“ Ye kamu yang lempar kok,aku yang harus susah susah kembaliin.” Rere tetap tak beranjak.
“Emmillll…Rereeee… !!!” tiba tiba bunda lari tergopoh gopoh dari luar. Sambil terengah engah,mungkin capek berlari  marathon. “Ada cowok guanteng lo.mirip sama Lung Kan Fe”
Emmil dan Rere berpandangan dan langsung pecah tawanya. Mereka selalu begitu setiap kali bunda kambuh dan lupa statusnya sebagai orang tua.
“Ha ha ah ah…bundaaaa…” teriak mereka serentak dan tak lupa sambil menyeret bunda ke sofa.
“Di mana bunda?
 Bunda  lihat di mana?”  Serbu Emmil dan Rere bersamaan. Mereka sudah tidak canggung canggung lagi kalau sudah ngomongin cowok. Bahkan dulu bunda pernah di tegur sama mamanya  Rere , Harusnya bunda tuh anggun,bukannya ngajarin anak gadisnya beringasan seperti itu. Tapi semua di anggap angin lalu sama bunda. Makanya dia pun tidak bisa berkutik menghadapi keusilan Emmil … turunan, itu selalu jadi jawaban ampuh Emmil.
“Tunggu, biarin bunda napas dulu..  Kalian tau kan sebelah rumah ada tetangga baru..”
“Iya tau,tapi kata bunda ga ada cowoknya?”
“Emang,kemarin bunda kenalan Cuma sama bu Achid dan pak Ojie dan seorang anak perempuan ,seumuran kalian,bunda lupa namanya.Tapi tadi bunda lihat seorang cowok berdiri di depan pintu dan berpelukan sama gadis itu.”cerita bunda sambil tetap terengah engah engga karuan.
“Yah bunda… itu namanya sudah jadi milik orang.” gerutu Emmil dan Rere kecewa.
“Habis  kalian kalau sudah baca komik tuh sepi banget. Jawab bunda sambil cengengesan.
“Ohh jadi ini bunda cari keributan nih?  Cari gara gara nih sama kita? Mentang mentang kita lupa kalau ada bunda,Iya nih?” Tanya Emmil dengan tangan di pinggang,gaya seperti guru math nya yang sedang kasih ulangan,bercanda yang tidak lucu bagi keluarga lain.
“Eh tapi seganteng apa emangnya bun?” Tanya Rere  masih dengan mimik  penasaran.
“Engga tau,orang bunda Cuma lihat sepintas,lagian dari sini  engga begitu jelas,tertutup bunga bugenfil.”  Jawab bunda dengan cueknya.
“Eh naik pohon mangga aja lagi yuk Mill ” Ajak Rere lupa kalau ada bunda.
“Emmil !!!  kamu tadi naik pohon lagi? Sudah berapa kali bunda bilang,itu engga sopan,lagi pula anak perempuan kok  naik naik pohon,kalau jatuh lagi gimana coba?” bunda memang selalu melarang Emmil naik pohon,karena Emmil  pernah hampir meninggal gara gara jatuh dari pohon kelapa.tapi Emmil  sendiri engga trauma, Dan selalu memanjat kalau bundanya tidak ada.Aneh memang.
“Bunda…  emang kalau cowok engga bakalan jatuh ya?” bantah Emmil dengan sok polosnya.
“Emmil..!!!” teriak  bunda dan Rere serempak.mereka sudah tau engga bakalan selesai debat dengan Emmil.
Begitulah kehidupan bagi Emmil  selalu ceria,tiada hari tanpa tawa.meskipun tanpa sosok ayah  yang mendampingi,tapi bunda sudah memenuhi semua cinta yang di butuhkan.
                                                                       ***
“Mama…” peluk Husni dari belakang.
“Eh anak mama sudah datang ya? kok sudah sampai sih? Katanya besok sore?”
“Ih mama, engga suka nih kalau  Husni sudah sampai?” Rajuk anaknya,meskipun Husni  anak cowok, dan sudah dewasa tapi tetap manja dengan mamanya.
“Bukan gitu lah, Oh ya tuh si hust pincang.kamu sudah lihat? Jangan marahin adikmu,dia ketakutan tuh!”
“Belum,emang kenapa sih ma, Kok hust bisa sampai pincang?”
“Mama engga tau,mungkin dia nakal dan di sambit orang.”
“Tapi kan hust ga nakal ma? dia binatang lucu  baik lagi? Ga mungkin ada yang benci?”
“Yang bilang lucu kan yang suka,seperti kamu dan adikmu, coba kamu Tanya anak tante Dini tetangga sebelah ,pasti dia bilang lain lagi.”
“Emang anaknya tante sebelah benci kucing ya ma?”
“Hus ni benci sih mungkin tidak,tapi kalau takut kan sama aja. Kucingmu tuh kan selalu nempel nempel orang. Apalagi kalau dia gadis manis,Beda sama yang punya.”Goda mamanya.
“Ah mama bisa aja.aku kan bukannya ga mau deket sama gadis gadis itu ma, tapi mereka tuh selalu bikin risi deh.”
“Iya iya apa katamu saja,mama mah kalah debat sama kamu. Sudah sana tengok hust,mama lanjut masaknya  ,bentar lagi papa pulang .”
                                                                       ***
“Anak anak  kalian kedatangan teman baru ,pindahan dari solo.” Kata bu Fetty  membuka pidatonya dengan hikmat.
Rere dan Emmil cekikikan melihat betapa seriusnya Bu Fetty. Tiba tiba seorang gadis manis memasuki  ruangan dengan anggunnya. Suasana yang riuh berubah jadi senyap.
“Benar benar putri Solo dia “bisik Emmil di telinga Rere.  “Iya ,ga bakalan bisa berteman deh sama kita,bisa terseok seok dia mengejar kita.”
“Perkenalkan nama saya Ulfa Dwi wiguna,pindahan dari SMA 2 Solo.”
“Ya ampun suaranya saja bisa menyihir seisi kelas,merdu sekali.” Bisik Antho sang ketua kelas. Yang dapat pelototan Emmil,Emmil  paling sebal kalau Antho memuji gadis lain,haram hukumnya. Dan Antho hanya bisa mengkeret takut.
Seusai sekolah Emmil dan Rere langsung pulang menuju rumah Emmil. Tapi di lihatnya gadis itu juga jalan di belakangnya. Emmil merasa muak dengan gadis yang sok anggun itu,dari tadi dia sudah merebut perhatian teman temannya,mereka berlomba lomba ingin berkenalan. Awalnya  Emmil diam saja tapi setelah belokan ke dua Ulfa masih di belakangnya hatinya mendidih.
“Hai kenapa kamu ngikutin kami terus?” Sembur Emmildengan emosi, Rere  sampai terloncat kaget.
“Hah … siapa yang ngikutin kalian?”
“Kamu !!! aku  belok kanan kamu ikut,aku belok lagi kamu juga belok,apa namanya kalau bukan ngikutin.”
“Aku engga ngikutin,lagian geer bener sih,rumahku emang arah situ.” Jawab Ulfa dengan berani dan langsung mendahului Emmil dan Rere yang terbengong bengong.
“Aku engga nyangka,gadis selembut dan selemah dia berani menantang Emmil hebat dia. Eh Mill jangan jangan dia tetangga kamu lo? Yang baru pindah.”
“ Maybe.” Jawab Emmil cemberut.
“Bundaaaaa kami pulang.”Teriak Emmil dan Rere menirukan adegan  film Jepang yang mereka tonton.
“Bunda ada di dapur…” teriak bunda tak kalah noraknya.
“Eh bunda lagi bikin apa sih?” Rerel langsung menuju dapur,di lihatnya bunda sedang menghias kue.
“Ini bikin cake keju buat tante Achid…”
“Wah bunda langsung dapat pelanggan baru nih?” Rere langsung nyomot keju parut dan langsung di tepis tangannya.
“Tangan jorok,cuci dulu!”
“Ah bunda nih tau aja ,kalau Rere mau nyomot  Keju.”
“ ekspresi muka kalian tuh sudah menunjukkan  ,Bunda  sudah hafal,tingkah kalian, selalu begitu kan.”
“Emmil kamu asal ambil aja itu juga pesanan orang,kalian ini ya !? teriak bunda ,yang melihat Emmil mengendap endap di meja kue. “Yang  satu ga bisa lihat keju,yang satu engga bisa lihat lumpia..hem lama lama bunda hukum kalian lagi.”
“Maaf bunda”  dan  Mereka langsung lari kabur ,kalau bunda sudah bilang mau menghukum pasti  di laksanakan hukuman itu.engga tanggung tanggung.pernah sekali mereka makan pesanan lumpia orang,dan mereka menghabiskan delapan biji sekali makan. Bunda marah besar dan mereka di paksa makan makanan yang mereka tidak suka.Rere dipaksa makan durian dan Emmil dipaksa makan keju. Mereka sampai nangis Bombay dan merengek rengek minta ampun  dan berjanji tidak mengulangi lagi,baru bunda melepaskan mereka.Masih di dengar teriakan bunda yang menyuruh cepat makan dan suruh siap siap katanya satu jam lagi mereka mau ke rumah tante Achid.
                                                                         ***
“kak kok mama masak banyak banget sih ? emang mau pesta ya?” Tanya Ulfa kepada kakaknya yang sibuk membalut kaki hust. Meskipun engga ada luka dan sudah tidak pincang lagi,Husni sengaja melakukannya untuk melihat reaksi orang orang yang datang. “Engga pesta,hanya ngundang para tetangga untuk ngumpul ngumpul dan berkenalan .Gimana hari pertama sekolahnya?”
“Sekolahnya sih engga papa,tapi Ulfa sebel sama teman deh,masa belum belum sudah pasang tampang judes,eh barusan masa di bilang Ulfa ngikutin dia,aneh pokoknya. “Sebel deh.”
“ Sudah jangan menggerutu. Makan trus ganti baju,sebentar lagi para tamu kan pada datang.”
“Kak perasaan kaki hust sudah sembuh deh,kok malah di balut perban,kan jadi susah jalannya?”  Ulfa heran melihat kakaknya yang sibuk membalut kaki husty,setaunya dari tadi pagi kucingnya itu sudah tidak pincang lagi.
“Sengaja ,kakak mau lihat siapa kemarin yang tega menyakiti hust,kan kalau lihat hust di balut begini kan dia kaget,kalau perbuatannya itu keterlaluan.”
Oh ,ide kakak jenius deh. Ya sudah sekalian aja kak,di kasih betadine biar kelihatan ada lukanya. Ulfa ikut bersemangat dengan ide kakaknya. Dokter tapi kurang kerjaan.
“Oh bener juga tuh, sekalian biar dia merasa bersalah.”
                                                                       ***
“Bun, Emmil ga usah ikut ya ?malas deh…”
“Tapi Rere mau ikut kok bun.”
“Rere  ah ,engga setia kawan.” Bunda tak menaggapi rengekan Emmil ataupun antusias Rere.sudah jadi menu hari hari kalau mereka bersama. Melihat bunda yang cuek saja Emmil pun menurut meskipun dengan mulut manyun.
“Eh kok masih sepi  ya bun,katanya semua di undang, wah ini mau pamer atau apa sih bun?”
“Hus jaga mulut,ini membuktikan kalau tante Achid ingin kenal dengan semua tetangga.” jawab bunda bijak.
“O MY GOD..”bisik Rere, “ganteng banget,mirip yunho.”
“Ada apa sih?” “ Bener kata bunda ada cowok gantengnya. Dia lagi jalan ke sini tuh.tapi sial ,dia sama Ulfa.”
“Oh,ternyata dia pacarnya Ulfa,kok tuh cewek beruntung banget sih?”jawab Emmil dengan iri.
Setelah mereka berkenalan Emmil dan Ulfa saling tatap,mengukur kekuatan satu sama lain…
“Meong…” tiba tiba husty keluar dan mendekati sang majikan yang sedang berbiri di sebelah Emmil.
“Bunda..!!! kenapa ada kucing hitam jelek disiniiiii?” teriak Emmil mengagetkan keluarga tuan rumah.
Emmil langsung naik ke kursi,panic luar biasa,perutnya mual,dia melihat kucing yang sangat menjijikkan,kakinya di balut dan berdarah.Emmil i engga tahan,dan langsung melepas sepatu nya,tanpa pikir panjang langsung di lemparkan.Tapi kali ini tidak mengenai sang target.  Sepatu nya langsung di tangkap Husni.  Di pandangnya Emmil dengan kebencian. Dia sudah menemukan siapa kemarin yang menganiaya kucingnya.
Meskipun dia tidak bersuara tapi matanya menyiratkan kebencian membuat  Emmil takut. Tapi ketekutannya berubah kebencian juga.
“Oh jadi kemarin kamu yang melempar husty ya?” Tiba tiba Ulfa mengungkapkan kebenarannya.
“Aku mau pulang.!!!” Teriak Emmil meskipun tak beranjak dari kursi. “Rere, bunda ,aku mau pulang.” Ulang Emmil karena bunda dan Rere diam saja.
“Kalau mau pulang ya pulang,engga usah teriak teriak tapi engga beranjak.”Jawab Husni heran.
“Eh masa acara belum mulai kok mau pulang sih, sudah Fa bawa hust ke kamar,jangan boleh keluar.!” Tante Achid engga enak juga gara gara kucing suasana perkenalannya jadi kaku. Maaf ya jeng Dini.
“Yah mama kenapa harus hust yang jadi korban?” Meskipun dengan menggerutu Ulfa tetap menggendong hust dan memasukkan ke kamar.
“Kamu engga mau turun?” Bisik Rere yang engga enak juga, melihat kebencian Husni ke Emmil..
“Aku mau pulang saja.” Tekat Emmil.
“Dasar gadis aneh,sama kucing saja takut.”
“Aku engga takut,aku Cuma jijik aja.” Jawab Emmil dengan berani, "lagian cowok kok suka kucing,kucing hitam lagi,hiiii temenan sama nenek sihir,hiiiiii ". lanjutnya dengan suara berbisik.
“Eh! kamu pikir kucingku engga pernah mandi?”bisik Husni yang malu juga kalau ketahuan berantem dengan anak tetangga.
Maaf mas,bukan menuduh kucingnya ga pernah mandi,tapi Emmil  ini emang takut sama kucing. Rere berusaha melerai pertengkaran Emmil  yang pasti engga akan bakalan berhenti.
Re siapa yang takut? Bentak Emmil emosi.
Ampun deh,galaknya kaya nenek sihir,tapi takut sama kucing.  Husni  meninggalkan Emmil dan Rere. Emmil sudah akan menggambil sepatunya lagi berniat melemparkan kearah Husni  tapi langsung direbut Rere.

Kamis, 04 Oktober 2012

HANYA SEKEDAR KATA ( MEMBER DRWB )


 Nah kalau tadi kesan pertama yang sering menggoda atau sering salah,ini dia kesan ku sekarang akan tokoh di balik grup DRWB... Simak ya,tapi tetep namanya ini kesan dari pribadi ya berarti tidak seratus persen bener,tapi juga tidak ada salah,lah namanya apaaaaa?...
Dannnn ini semua benar tapi tidak benar benar .Pokoknya ini benar tapi tidak benar, istilah kerennya sih,ini semua nyata tapi karena hanya dari  satu sisi tentunya ya tidak bisa dipertanggungjawabkan keabsahan dan kebenaran akan pribadi masing masing,lah wong aku ya belum pernah ketemu sama mereka kok. Tapi aku tetap berharap tidak ada yang tersinggung ataupun ngambek trus nujes nujes aku.


1. Husni,ternyata dia emang baik,seriiiiing usil,fotonya sih ganteng,aku suka terharu baca blog dia,memang selain ganteng,dia baik banget,sampai rela relain bikinin pesta ulang tahun buat pasiennya,dan bikin cake sendiri. Nih calon suami idaman para wanita nih,dokter ,baik,ganteng (kok kaya di novel novel sih ya?) ,sayang dia setengah brondong,(jitak kepala sendiri) yang mau daftar silahkan...senin naik.

2. Harry... Masih tetap baik,suka perhatian sama semua,tapiiiii... Sekarang agak lain..napa mas? Takut aku jatuh cinta yaaaa? Iya yaaa? Tenang....aku masih setia sama mantan aku,Bae Yong Jun masih selalu dihatiku.(sodorin guling sama rawon,rawonnya memang tidak seenak yang lain,tapi aku buatnya kan dari hati .
kedip kedip *klilipan* )

3. Achid...masih baik,lemah lembut,dan aku dikirimin kartu pos dari Bali,senyumnya itu lo bikin klepek klepek,eh dia juga suka K-Pop (horeeee ) dan jujur aku sangaaat iri lihat dia di gendong sama ojie,eh bukan aku pingin di gendong ama ojie loh,tapi aku pingin di gendong cowok (itu mimpi pas aku masih abg)

4. Dini...aku cayaaaang kamuuuu,ga salah aku bersabar kalau kamu marahin aku (bukan bersabar,yang benar,emang aku merasa bersalah dan bingung kalau di marahin,aku takut di benci orang) dia kalau nyanyi ceriaaaaa...aku sukaaa,kirimin VN lagi dong...dan semogaaaa cepet bisa bikin novel,aku mau minta tanda tangan dan foto.

5.Emil...hihi,paling suka teriak bebaaaas,di tinggal selingkuh Ochoy,trus deket sama Sony,tapi sayang Sony tukang predjon.

6.Oleq... Teteeeeep usil ga ilang,tapi dia suka perhatiin,meskipun basa basi sih,karena emang dasarnya dia suka gitu,tapi boleh lah,kalau lagi sedih dia tiba tiba suka tanya. Tau tuh punya indra ke 6 kali tuh...

7. Fetty... Chiiibi,tau ga kenapa aku semangat diet,soalnya aku denger kan chibi F pinter dandanin orang tuh,nah aku kepingin didandanin nanti kalau ketemu,trus pingin di foto,jadi para para fotografer TrTr,foto aku yaaaa...

8+9. Rere dan Ulfa...adik imut imuuuut,Rere kadang suka nyebelin,nyuekin aku,tapi tetep imuuuut,apalagi kita nyampah ya Re,pas ada SMtwon di RCTI..nanti ketemu aku ya,dan Ulfa...masih setia nunggu yg di sana (mending nunggu Donghae aja fa,ketahuan pastinya).

10. Ojie... Baiiik, usilnya ga ilang juga ,tapi dia suaranya enak,sering ngomong sendiri sih ,soalnya aku sering denger pas dia ngomong (jitak,ya iyaaalah dia kan penyiar radio).

11.Daniel... Teteeeep baik,lucu,suka di tonjok sama mas Harry ,tambah manis,mau nikah sama Amoy,mau punya cafe,dan mau punya anak. Eh iya kan?

12. Ochoy,masih cakep dan imut,dan dia janji mau traktir ketoprak ...awas nek lupa (2 piring ya choy?)

13. Mas Cul / Hardi,lagi naksir Achid apa chibi F sih? Suka ikut ikutan ngerjain aku.

14. Heri...wakakakak,maaf ya suka aku panggil monmon,habis gambarnya amang gitu... Dan siapa suruh suka godain aku sama mas Harry terus,kalian ber 2 cocok dah (heri dan dini)

15. Mas Yudo...mas yang 1 ini sudah jarang di grup,lagi sibuk,jadi kangen wejangan dan cara berantem sama mas Harry (guyon) ala Malang. Anaknya namanya Saga,pingin pinjem deh.

16.Sony...nih bocah bener bener deh,masih ngakak kalau lihat DP bbm dia,di depan kamar mandi...dan makasih ya,kemarin nyanyiin lagu pesenanku (pesennya berbulan bulan lalu).

17. Mas bill... Fotonya masih sama (berwibawa) ,tapi anaknya,weeeeh,sayang masih anak kecil,ga boleh di taksir.suka gaya Raz...ihhhh gemeeees,cubit cubit pipinya aja. paling suka lihat foto songongnya Raz.

18.Elly...jarang masuk grup jadi ga ngerti kesannya sekarang.

19. Theo,dia juga sudah tidak pernah nongol di grup,tapi dia sangat sayang sama adik adiknya.

20.Antho...ga pernah nongol di grup,tapi namanya sering di sebut sebut,dan aku ga bisa komplain sinyal lagi deh (ngomong ngomong sinyal disini lagi jeleeeek).

21. Ariev...si imut penulis nih,aku mau ngefens sama dia,tapi belum pernah beli bukunya,eh dia sudah ada buku barunya lagi.

22+23... Uliel,suka tiba tiba muncul di grup,jarang ngobrol sih,tapi (bisik bisik) dia cantik,kutilang (kurus tinggi langsing). Sastri...ini malah belum mengenal tapi sudah menghilang...

24. Ai, nyebelin,aku sendiri kadang suka sebel ,tapi tetep dia mah pingin menyayangi dan di sayangi,dan lagi...pingin ketemu semua member,atau minimal 1 aja gitu,biar bisa merasakan kesan kesan yang lain.

Dan lagi lagi,jangan pada marah sama aku ya,aku kan cuma nulis...lagian ini semua menggunakan sedikit fakta dan banyak imajinasinya.Daripada aku bengong ,ya toh?

Oh iya lupa,meskipun semua cakep cakep tapi aku ga sedih lagi,secara Bae Yong Jun tetep memilihku,apapun yang terjadi....yah meskipun sekarang sudah putus sih.

Semoga ya aku bisa ketemu sama semua,kalian mau kan ketemu aku? aku anak baik ,meskipun sering nyebelin dan berulah tapi aslinya baik,dan ga sombong kok. ya mau yaaaa? kalau ga pada mau aku kan jadi sedih. *tetap ga mau nangis*  secara di rumah ga ada meja.



1 BULAN JADI MEMBER DRWB / TrTr

Mengenal para tokoh di balik grup DRWB ( tapi hanya dari sisi aku,kalau kurang berkenan ya maklum,namanya aja kesan pertama)


1. Husni... Dokter yang sedang di Afrika (bukan afika),baik hati sama orang lain,tapi dia sangat sombong sama aku.(Suka songong) *dia yg pertama panggil ci pin*

2. Harry,seorang yang baik hati,dia sangat perhatian di antara semua,membuatku merasa nyaman,dan dia yg berani pm tanya umur,alaaamak sama sama  kita ini.

3. Achid sangat welcom ,bahkan merasa nyaman.lemah lembut suaranya bikin damai.

4. Dini,membuat ku harus menahan tangis dengan ulahnya,aku merasa dekat kerena dia lah yang menentengku ke grup, aku merasa kenal dia,tp aku di kerjain habis habisan,padahal kan aku cama kenal kamu.

5. Emil yang termasuk cuek tapi tidak ada masalah dan aku pikir beneran pacaran sm ochoy.

6. Oleq,yang sering membuatku menangis jengkel dengan keusilannya.
Sekarang sering ngadu kalau ada masalah,tapi tetep usilnya ga ilang.

7. Fetty,yang seumuran dengan aku,mau bagaimana lagi,aku hanya bisa memanggil chibi ,cantik.

8.+9. Rere dan ulfa,ah adik imut imut,senangnya aku,kita sama sama demen K-Pop

10. Ojie,penyiar radio yagn sudah lama aku ga denger,tapi dia termasuk ramah dan agak usil

11. Daniel,ah...baik juga,lucu,kadang kadang nyebelin.suka panggil panggil amoy,yang ternyata emang pacarnya.

12. Ochoy...cakep,lucu dan banyak tingkah,

13. Mas Cul ternyata orangnya yang pake kacamata dan yang bernama mas Hardi

14. Heri,nah sampai berbulan bulan baru sadar kalau Heri itu cakep,dan selama ini ga tau ,kirain Heri dan Hardi sama.

15. Mas Yudo,om yang awal kemunculannya suka berantem (guyon) sama mas Harry,

16. Sony,yang langsung ramah dan engga jelas keramahannya.

17. Mas bill,mas yang berwibawa,fotonya,tapi kalau sudah ngobrol gokil.

18. Elly...ih ramah,suka nama mandarinnya.

19. Theo... Si cowok cakep yang ternyata usil,dan aku bilang dia mirip Jhon Pantau

20 Antho yang suka di komplain gara gara sinyal simpati.

21 + 22.  Uliel dan Sastri,dulu ga begitu kenal,dan sempet salah,kirain Uliel dan Sastri itu sama juga.

 23. Ai ...yang selalu membuat pusing 22 member,banyak tingkah,yang katanya suka deramah,apa yang di omong hanya dia dan Tuhan yang tau. Padahal belum pernah ketemu,tapi sangat pingin di sayang dan menyayangi...

Semua kesan itu hanya kesan pertama ,karena kalau sudah mengenal,aslinya mereka pada baik baik,akuuuu sayang kaliaaan,sayangi aku jugaaa ya (ngarep).

Tapi ya,keusilan,kegokilan,mah ga berubah,ga ada...dan semua cakep cakep yak,kecuali aku ... nangis di kolong ranjang... keluar lagi *ga muat * ,pindah nangis ke kolong meja...

Tunggu cerita kesan sekarang ya (soalnya seru gabung di trtr ini)
 *jangan pada marah sama aku ya,soalnya itu kan kesan pertama,kesan yg sering salah, dan lagi ga semua bener benr kok,hanya dilebih lebihkan *

Jumat, 28 September 2012

TIRAMISU





Tiramisu mengingatkan saya akan film mandarin lama, film yang di bintangin tokoh idola saya (waktu itu) Nicholas Tse sukses membuat saya penasaran  akan rasa tiramisu.Film yang menceritakan seorang pemuda pengantar surat pos yang  kebetulan tuli karena sesuatu hal dan seorang penari yang sedang menanjak bagai bintang,sayang... takdir mempertemukan mereka. Si gadis ingin di ingat oleh si cowok,makanya dia membuat kue tiramisu ini.





Entah saya yang kurang beruntung atau memang dulu saya masih awam akan intenet ( google) ,setiap kali membeli tabloid masakan tak sekalipun menemukan resep tiramisu.

Perasaan akan rasa tiramisu telah hilang bertahun tahun lalu,tapi beberapa waktu lalu saya melihat sepotong tiramisu di pajang di etalase sebuah restoran. Tak sedikitpun keinginan untuk membeli atau memakannya, tapi teman tiba tiba pesan tiramisu.Pastinya kaget,kue ini tidak murah,bukannya saya tidak sanggup membelinya,tapi entah mengapa saya tidak rela mengeluarkan uang untuk sepotong tiramisu ini.

Akhirnya saya pun mengincipi tiramisu,berbagai rasa berkecamuk dan berbagai kilasan bertebaran di pikiran saya, saya orang yang sering kali menggunakan imajinasi ini. Beberapa adegan di film pun muncul, dan saya membayangkan nich tse .

Tiramisu,teksturnya lembut,berbagai rasa,manis pahit pun menyatu,Rasa kopi sangat dominan,mengingatkan saya akan seseorang yang sangat saya harapkan cintanya,sepotong tiramisu membuat saya berpikir,kopi tidaklah sejahat yang saya bayangkan.

Tiramisu kue yang pernah saya dambakan akhirnya meluncur memenuhi rongga mulut  saya, menari dan menyatu dengan lidah memberikan sensasi yang tak bisa di jabarkan dalam kata.

Dan akhirnya sayalah yang membayar kue ini.